Tidak ada satu kartu yang selalu paling murah untuk semua orang. Jawabannya berubah tergantung lokasi kamu, besar kuota yang benar-benar dipakai, dan apakah sinyalnya kuat di tempat kamu sehari-hari.
Kartu termurah di atas kertas jadi tidak ada gunanya kalau sinyalnya lemah di rumahmu. Karena itu, yang lebih berguna daripada daftar harga yang cepat basi adalah cara membandingkannya sendiri.

Hitung Harga per GB, Bukan Harga Paketnya
Ini kesalahan paling umum. Orang membandingkan paket 25 ribu dengan paket 50 ribu lalu menyimpulkan yang pertama lebih murah, padahal isinya belum tentu sebanding.
Rumusnya sederhana: bagi harga paket dengan jumlah kuota utamanya. Paket 50 ribu berisi 10 GB berarti 5 ribu per GB. Paket 25 ribu berisi 3 GB berarti sekitar 8.300 per GB, jadi justru lebih mahal meski nominalnya kecil.
Lakukan perhitungan ini untuk tiga sampai empat paket yang ukurannya mirip dengan kebutuhanmu, dan gambarannya langsung jelas.
Hati-hati Kuota yang Tidak Bisa Dipakai Bebas
Di sinilah banyak paket terlihat murah padahal tidak.
Kuota aplikasi tertentu. Sebagian besar isi paket kadang hanya bisa dipakai untuk aplikasi media sosial atau video tertentu. Kalau kebutuhanmu di luar itu, kuota besarnya tidak terpakai.
Kuota malam. Hanya aktif pada rentang jam tertentu, umumnya dini hari. Berguna kalau kamu memang mengunduh saat itu, sia-sia kalau tidak.
Kuota lokal. Hanya berlaku di wilayah tertentu. Begitu kamu bepergian, kuota itu berhenti bisa dipakai.
Ketika menghitung harga per GB, pakai hanya kuota utamanya. Anggap kuota bersyarat sebagai bonus, bukan bagian dari yang kamu bayar.
Periksa Sinyal Sebelum Harga
Urutannya sering terbalik. Orang memilih kartu termurah dulu, baru kecewa karena internetnya lambat.
Cara paling jujur menilai sinyal adalah bertanya ke orang di sekitarmu. Tetangga, rekan kerja, atau penjaga warung di dekat rumah tahu operator mana yang lancar di situ, dan itu jauh lebih akurat daripada peta cakupan resmi.
Kalau ragu, beli kartu perdana termurah dari operator yang dipertimbangkan, pakai seminggu, baru putuskan. Biaya coba-coba ini kecil dibanding salah memilih untuk setahun ke depan.
Sesuaikan dengan Pola Pemakaian
Kebutuhan tiap orang berbeda, dan paket yang cocok mengikuti pola itu.
Pemakaian ringan berupa perpesanan, media sosial, dan sesekali peta biasanya cukup dengan beberapa GB per bulan. Paket kecil dengan masa aktif panjang lebih hemat daripada paket besar yang kuotanya hangus.
Pemakaian berat berupa streaming video harian atau bekerja dari ponsel butuh puluhan GB. Di titik ini, paket besar hampir selalu lebih murah per GB-nya.
Pemakaian di satu tempat saja, misalnya di rumah terus, sebaiknya dibandingkan juga dengan internet rumah. Untuk kebutuhan besar, berlangganan internet rumah sering lebih murah daripada menumpuk kuota seluler.
Cek Langsung di Aplikasi Resmi
Harga paket berubah cukup sering, dan promo di aplikasi resmi operator biasanya lebih murah daripada membeli lewat konter.
Unduh aplikasi resmi dari dua atau tiga operator yang kamu pertimbangkan, lihat paket yang tersedia untuk nomormu, lalu hitung harga per GB-nya. Lima menit di aplikasi memberi jawaban yang jauh lebih tepat daripada daftar harga manapun di internet, termasuk artikel ini.
Perhatikan juga masa aktif. Paket 30 hari dan paket 7 hari tidak bisa dibandingkan langsung meski harga per GB-nya terlihat mirip.