Drop Off Itu Apa? Arti, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Pick Up

Drop off itu apa? Drop off adalah metode pengiriman di mana pengirim mengantar sendiri paketnya ke gerai, agen, atau titik kumpul ekspedisi, tanpa menunggu kurir datang menjemput ke rumah. Istilah ini juga dipakai di luar urusan paket, misalnya area drop off di bandara atau sekolah, yang artinya tempat menurunkan penumpang lalu langsung jalan lagi.

Kalau kamu pernah lihat opsi “drop off” waktu checkout di marketplace atau aplikasi ekspedisi, itu maksudnya kamu yang jalan ke konternya. Lawannya adalah pick up, di mana kurir yang mendatangi alamatmu.

Cara Kerja Drop Off

Alurnya sederhana dan hampir sama di semua ekspedisi:

Pertama, bungkus barang sendiri di rumah. Pastikan sudah rapi dan aman, karena petugas konter biasanya tidak menyediakan jasa pengemasan ulang secara gratis. Kedua, buat pesanan lewat aplikasi atau langsung datang tanpa pesan dulu, tergantung kebijakan ekspedisinya. Ketiga, datangi gerai atau agen terdekat pada jam operasional. Keempat, serahkan paket ke petugas untuk ditimbang dan dimasukkan ke sistem. Terakhir, simpan resi yang diberikan, karena itu satu-satunya bukti kalau paketmu sudah diterima ekspedisi.

Setelah itu status paket di aplikasi biasanya berubah jadi “sudah di drop off” atau “diterima di gerai”. Kalau statusnya tidak berubah dalam sehari, hubungi konter tempat kamu menyerahkan paket sambil membawa resi.

Beda Drop Off dan Pick Up

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya menentukan mana yang lebih cocok buat kamu.

Drop off: kamu yang datang. Bebas waktu selama gerai masih buka, ongkosnya sering lebih murah karena tidak ada biaya penjemputan, dan paket langsung masuk sistem begitu diserahkan. Cocok kalau paketnya sedikit, ukurannya kecil, dan ada gerai dekat rumah.

Pick up: kurir yang datang. Kamu tidak perlu keluar rumah, tapi harus menyesuaikan jadwal kurir dan kadang menunggu setengah hari. Beberapa ekspedisi menetapkan minimal jumlah paket supaya penjemputan gratis. Cocok kalau kamu penjual online dengan puluhan paket sekali kirim.

Singkatnya, drop off menukar tenaga dengan waktu dan biaya. Pick up menukar biaya dengan kenyamanan.

Apakah Drop Off Harus Bayar?

Drop off sendiri tidak dipungut biaya tambahan. Kamu tetap membayar ongkos kirim seperti biasa, cuma tidak ada biaya penjemputan. Justru di beberapa ekspedisi, tarif drop off sedikit lebih murah dibanding pick up untuk berat dan tujuan yang sama.

Kalau kamu sudah membayar lewat aplikasi, di konter tinggal serahkan paket dan tunjukkan kode pesanan. Kalau belum, pembayaran dilakukan di tempat sesuai hasil timbangan petugas.

Drop Off di Ekspedisi Populer

Hampir semua ekspedisi besar di Indonesia melayani drop off, termasuk J&T, JNE, SiCepat, Lion Parcel, Anteraja, dan Ninja Xpress. Yang membedakan biasanya cuma dua hal: apakah kamu harus membuat pesanan di aplikasi dulu, dan jenis gerai mana yang menerima drop off.

Beberapa ekspedisi membedakan antara kantor cabang, agen mitra, dan drop point. Tidak semuanya menerima semua jenis layanan. Sebelum berangkat, cek dulu lokasi terdekat di aplikasi resmi ekspedisinya dan pastikan gerai itu memang melayani drop off, bukan cuma titik transit.

Kapan Sebaiknya Pilih Drop Off

Pilih drop off kalau paketmu sedikit dan ada gerai yang searah dengan rutinitas harianmu. Mengantar satu paket sambil berangkat kerja jelas lebih hemat waktu daripada menunggu kurir seharian di rumah.

Pilih drop off juga kalau kamu mengejar waktu. Paket yang diserahkan langsung ke gerai pagi hari punya peluang lebih besar ikut pengiriman hari itu juga, dibanding paket yang baru dijemput kurir sore hari.

Sebaliknya, kalau paketmu berat, berukuran besar, atau jumlahnya banyak, pick up jauh lebih masuk akal meski ada biaya tambahan. Menggotong lima kardus ke konter bukan penghematan yang sepadan.